Internet Wireless: Pengertian, Jenis Teknologi, dan Cara Kerjanya
Internet Wireless: Pengertian, Jenis Teknologi, dan Cara Kerjanya

Internet wireless merupakan teknologi koneksi internet yang menggunakan gelombang elektromagnetik untuk mengirim dan menerima data tanpa mengandalkan kabel sebagai media utama transmisi. Teknologi ini memungkinkan pengguna mengakses jaringan internet melalui perangkat pemancar dan penerima radio, antena, maupun sistem komunikasi satelit.
Saat ini, internet wireless memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan konektivitas rumah tangga, bisnis, industri, hingga operasional perusahaan di wilayah terpencil. Teknologi ini menawarkan pilihan akses internet yang beragam, mulai dari jaringan Radio Link, Fixed Wireless Access (FWA), Microwave, hingga satelit GEO dan LEO.
Setiap teknologi memiliki cara kerja, jangkauan, kapasitas, dan karakteristik yang berbeda. Karena itu, pemilihan internet wireless perlu mempertimbangkan kondisi geografis, kebutuhan bandwidth, jumlah pengguna, serta jenis aktivitas yang memanfaatkan koneksi internet.
Bagi Korporasi & Institusi, pemahaman mengenai berbagai teknologi wireless membantu menentukan solusi konektivitas yang sesuai dengan kebutuhan operasional. Perusahaan tidak harus selalu mengandalkan Fiber Optik, terutama ketika lokasi kerja berada di wilayah yang sulit dijangkau jaringan kabel.
Apa Itu Internet Wireless?
Internet wireless adalah layanan koneksi internet yang memanfaatkan media nirkabel untuk mengirimkan data antara perangkat pengguna dan jaringan penyedia layanan internet atau Internet Service Provider (ISP).
Dalam koneksi kabel, jaringan mengirimkan data melalui media fisik seperti kabel Fiber Optik, kabel tembaga, atau kabel jaringan. Sebaliknya, teknologi wireless memanfaatkan gelombang radio atau komunikasi satelit untuk menghubungkan perangkat ke jaringan.
Pengguna dapat mengakses internet melalui perangkat penerima seperti router wireless, modem, antena radio, atau terminal satelit. Perangkat tersebut kemudian meneruskan koneksi ke komputer, laptop, smartphone, CCTV, server, dan perangkat jaringan lainnya.
Meskipun tidak selalu membutuhkan kabel untuk menghubungkan lokasi pelanggan dengan jaringan provider, internet wireless tetap membutuhkan infrastruktur pendukung. Infrastruktur tersebut dapat mencakup tower, antena, radio pemancar, perangkat penerima, gateway, router, serta pusat jaringan ISP.
Dengan perkembangan teknologi telekomunikasi, internet wireless kini tidak hanya mengandalkan jaringan radio jarak dekat. Teknologi Microwave, FWA, dan satelit memungkinkan perusahaan memperoleh koneksi internet dari berbagai lokasi dengan kondisi geografis yang berbeda.
Jenis Teknologi Internet Wireless
Internet wireless mencakup beberapa teknologi dengan karakteristik dan fungsi yang berbeda. Pemilihan teknologi bergantung pada jarak antarlokasi, kondisi lingkungan, ketersediaan infrastruktur, dan kebutuhan kapasitas koneksi.
Berikut beberapa jenis teknologi yang umum digunakan.
1. Radio Link
Radio Link merupakan teknologi komunikasi yang mengirimkan data melalui gelombang radio antara dua titik atau lebih. Teknologi ini sering digunakan untuk menghubungkan lokasi pelanggan dengan jaringan provider atau menghubungkan beberapa titik jaringan perusahaan.
Radio Link umumnya memanfaatkan antena directional yang mengarahkan sinyal ke titik tujuan. Untuk memperoleh kualitas koneksi yang baik, perencanaan jalur komunikasi perlu memperhatikan Line of Sight (LOS), yaitu kondisi ketika antena pemancar dan penerima memiliki jalur pandang radio yang memadai.
Provider dapat memanfaatkan tower atau bangunan tinggi sebagai lokasi pemasangan antena. Dari titik tersebut, jaringan radio mengirimkan koneksi menuju perangkat penerima di lokasi pelanggan.
Radio Link cocok untuk wilayah yang belum terjangkau Fiber Optik, tetapi masih memiliki infrastruktur terrestrial yang mendukung. Perusahaan juga dapat memanfaatkan teknologi ini untuk menghubungkan kantor cabang, gudang, pabrik, dan fasilitas operasional dalam satu kawasan.
2. Microwave
Microwave merupakan teknologi komunikasi wireless yang menggunakan gelombang elektromagnetik pada frekuensi microwave. Teknologi ini banyak digunakan dalam jaringan telekomunikasi untuk menghubungkan perangkat jaringan dalam jarak tertentu.
Sistem Microwave Point-to-Point menghubungkan dua titik komunikasi melalui antena directional. Sementara itu, konfigurasi jaringan tertentu dapat menghubungkan beberapa titik melalui desain topologi yang sesuai.
Operator telekomunikasi dan ISP memanfaatkan Microwave sebagai jalur transmisi atau backhaul untuk membawa trafik data dari satu lokasi jaringan ke lokasi lainnya.
Keunggulan teknologi ini terletak pada kemampuannya menyediakan koneksi berkapasitas tinggi tanpa harus membangun jalur kabel di sepanjang rute. Namun, perencanaan Microwave perlu memperhatikan jarak, frekuensi, kapasitas perangkat, kondisi atmosfer, dan jalur komunikasi.
Dalam penerapan internet wireless untuk perusahaan, Microwave dapat menjadi alternatif ketika pembangunan Fiber Optik membutuhkan waktu atau biaya yang kurang efisien.
3. Fixed Wireless Access (FWA)
Fixed Wireless Access atau FWA merupakan teknologi yang menyediakan akses internet tetap melalui jaringan radio. Provider mengirimkan sinyal dari base station atau titik pemancar menuju perangkat penerima yang terpasang di lokasi pelanggan.
Berbeda dari layanan seluler yang mendukung mobilitas pengguna, FWA umumnya menggunakan perangkat penerima tetap. Perangkat tersebut dapat berupa modem outdoor, antena CPE, atau perangkat router khusus.
FWA dapat menjangkau rumah, kantor, kawasan industri, dan lokasi bisnis yang belum memiliki akses Fiber Optik. Provider juga dapat mengembangkan jaringan Point-to-Multipoint untuk melayani beberapa pelanggan dari satu titik pemancar.
Untuk kebutuhan Korporasi & Institusi, FWA dapat menjadi alternatif internet wireless ketika lokasi pelanggan masih berada dalam jangkauan infrastruktur radio provider.
Di wilayah seperti Pulau Jawa, ketersediaan infrastruktur terrestrial yang lebih lengkap dapat membuat FWA menjadi pilihan utama di lokasi yang belum terjangkau Fiber Optik. Dalam kondisi tersebut, perusahaan tidak selalu perlu menggunakan internet satelit yang memiliki karakteristik dan biaya layanan berbeda.
4. Internet Satelit GEO
Internet satelit GEO menggunakan satelit yang berada pada orbit geostasioner atau Geostationary Earth Orbit. Satelit GEO berada sekitar 35.786 kilometer di atas permukaan bumi dan mengikuti rotasi bumi sehingga tampak berada pada posisi yang relatif tetap.
Teknologi ini memungkinkan satu satelit melayani wilayah geografis yang sangat luas. Karena itu, GEO memiliki peran penting dalam menyediakan konektivitas bagi daerah terpencil, pulau-pulau kecil, kawasan pertambangan, perkebunan, dan lokasi lain yang sulit memperoleh jaringan terrestrial.
Cara kerja internet satelit GEO melibatkan beberapa komponen, yaitu antena pelanggan, satelit, gateway, dan jaringan ISP. Antena pelanggan mengirimkan data menuju satelit. Selanjutnya, satelit meneruskan komunikasi ke gateway yang terhubung dengan jaringan internet.
Satelit GEO dapat mendukung berbagai kebutuhan bisnis, seperti akses aplikasi perusahaan, komunikasi data, email, sistem administrasi, dan konektivitas lokasi operasional.
Namun, jarak orbit yang sangat jauh menghasilkan latency lebih tinggi daripada teknologi LEO. Perusahaan perlu mempertimbangkan karakteristik tersebut ketika menggunakan aplikasi yang membutuhkan respons cepat.
5. Internet Satelit LEO
Internet satelit LEO menggunakan konstelasi satelit yang mengorbit pada ketinggian jauh lebih rendah daripada GEO. Low Earth Orbit atau LEO memungkinkan komunikasi dengan jarak transmisi yang lebih pendek antara perangkat pengguna dan satelit.
Salah satu layanan yang memanfaatkan teknologi ini adalah Starlink. Layanan tersebut menggunakan banyak satelit yang bergerak mengelilingi bumi untuk menyediakan akses internet di berbagai wilayah.
Berbeda dari GEO yang menggunakan satelit pada posisi orbit relatif tetap, jaringan LEO mengandalkan perpindahan koneksi antarsatelit sesuai posisi satelit yang melintasi area pengguna.
Karakteristik tersebut memungkinkan LEO menawarkan latency yang secara umum lebih rendah daripada GEO. Teknologi ini cocok untuk mendukung aplikasi cloud, komunikasi video, akses sistem perusahaan, dan berbagai kebutuhan pertukaran data.
Internet wireless berbasis LEO juga membantu perusahaan memperoleh koneksi di lokasi yang belum memiliki jaringan Fiber Optik maupun infrastruktur Radio Link.
Untuk kebutuhan enterprise, perusahaan dapat memilih perangkat dan layanan Starlink sesuai lingkungan pemasangan, kebutuhan bandwidth, serta karakteristik operasional masing-masing lokasi.
Bagaimana Cara Kerja Internet Wireless?
Meskipun setiap teknologi memiliki sistem transmisi yang berbeda, prinsip dasar internet wireless tetap melibatkan pengiriman data melalui media nirkabel. Perangkat pelanggan berkomunikasi dengan infrastruktur provider, kemudian jaringan provider meneruskan trafik menuju internet.
Berikut tahapan umum cara kerja koneksi wireless.
1. Perangkat Pengguna Mengirimkan Permintaan Data
Ketika pengguna membuka website, menjalankan aplikasi, atau mengakses server perusahaan, perangkat akan mengirimkan permintaan data melalui router atau modem.
Perangkat jaringan kemudian meneruskan permintaan tersebut menuju media komunikasi yang tersedia. Pada koneksi Radio Link dan FWA, perangkat pelanggan mengirimkan data melalui antena radio. Pada koneksi satelit, terminal pelanggan berkomunikasi dengan satelit yang melayani wilayah tersebut.
2. Antena Mengirimkan Sinyal
Antena berfungsi mengirim dan menerima sinyal radio. Pada jaringan wireless terrestrial, antena pelanggan berkomunikasi dengan access point, base station, atau radio pemancar milik provider.
Pada jaringan satelit, antena pelanggan berkomunikasi dengan satelit melalui gelombang radio pada frekuensi tertentu.
Kualitas komunikasi bergantung pada sejumlah faktor, seperti posisi antena, kekuatan sinyal, interferensi, jarak, kapasitas perangkat, dan kondisi lingkungan.
3. Jaringan Provider Meneruskan Data
Setelah menerima trafik pelanggan, infrastruktur provider meneruskan data menuju jaringan inti. Jaringan tersebut mencakup router, switch, server, gateway, dan perangkat transmisi lain yang mendukung layanan internet.
Pada tahap ini, provider mengatur jalur komunikasi agar permintaan pengguna dapat mencapai server tujuan melalui jaringan internet.
4. Server Mengirimkan Respons
Server tujuan menerima permintaan data dan mengirimkan respons melalui jaringan internet. Provider kemudian meneruskan data menuju perangkat pelanggan melalui jalur komunikasi wireless.
Perangkat seperti router atau modem menerima data tersebut dan membagikan koneksi ke perangkat pengguna melalui jaringan LAN atau Wi-Fi.
Proses ini berlangsung berulang kali selama pengguna mengakses internet.
Perbedaan Internet Wireless dan Fiber Optik
Internet wireless dan Fiber Optik sama-sama menyediakan akses internet, tetapi keduanya menggunakan media transmisi yang berbeda.
Fiber Optik mengirimkan data melalui cahaya di dalam serat kaca atau plastik. Sementara itu, internet wireless menggunakan gelombang elektromagnetik untuk mengirimkan data melalui udara atau ruang bebas.
Berikut beberapa perbedaan mendasarnya.
1. Media Transmisi
Fiber Optik menggunakan kabel sebagai jalur transmisi. Provider perlu membangun jaringan fisik hingga lokasi pelanggan.
Internet wireless memanfaatkan gelombang radio atau satelit. Provider tidak harus menarik kabel sepanjang jalur komunikasi, meskipun tetap membutuhkan perangkat pemancar, penerima, dan infrastruktur pendukung.
2. Ketersediaan Jaringan
Fiber Optik menawarkan kapasitas besar, tetapi ketersediaannya bergantung pada pembangunan jaringan kabel di suatu wilayah.
Internet wireless dapat menjangkau lokasi yang belum memiliki jaringan kabel. Namun, jangkauannya tetap bergantung pada teknologi yang digunakan dan infrastruktur provider.
3. Karakteristik Koneksi
Fiber Optik umumnya menawarkan latency rendah dan kapasitas bandwidth besar. Radio Link dan FWA dapat memberikan performa yang baik jika provider merancang jaringan secara tepat.
Sementara itu, koneksi satelit GEO dan LEO memiliki karakteristik berbeda. GEO menawarkan cakupan luas, sedangkan LEO memiliki latency lebih rendah karena menggunakan orbit yang lebih dekat dengan bumi.
4. Pertimbangan Biaya dan Pembangunan
Pembangunan Fiber Optik membutuhkan pekerjaan sipil, jalur kabel, dan perizinan tertentu. Biaya pembangunan dapat meningkat ketika lokasi pelanggan berada jauh dari jaringan yang sudah tersedia.
Wireless dapat mengurangi kebutuhan pembangunan jalur kabel, tetapi perusahaan tetap perlu memperhitungkan biaya perangkat, instalasi, kapasitas jaringan, dan layanan provider.
Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak hanya membandingkan harga bulanan. Pertimbangkan pula biaya pembangunan, ketersediaan jaringan, kebutuhan kapasitas, dan biaya operasional dalam jangka panjang.
Kelebihan dan Keterbatasan Internet Wireless
Setiap teknologi memiliki keunggulan dan keterbatasan. Perusahaan perlu memahami keduanya agar dapat memilih layanan sesuai kebutuhan.
Kelebihan Internet Wireless
1. Menjangkau Wilayah Tanpa Jaringan Kabel
Teknologi wireless memungkinkan perusahaan memperoleh akses internet di lokasi yang belum memiliki Fiber Optik. Radio Link, FWA, dan satelit dapat menjadi alternatif sesuai kondisi geografis.
2. Mengurangi Ketergantungan pada Jalur Kabel
Provider tidak harus membangun jalur kabel hingga setiap lokasi pelanggan. Hal ini dapat membantu perusahaan yang memiliki fasilitas operasional di wilayah terpencil atau tersebar.
3. Mendukung Koneksi Antarlokasi
Perusahaan dapat menghubungkan kantor pusat, kantor cabang, pabrik, gudang, dan site operasional melalui kombinasi beberapa teknologi wireless.
4. Fleksibel Mengikuti Kebutuhan Lokasi
Perusahaan dapat memilih teknologi berdasarkan kondisi masing-masing lokasi. Area yang memiliki infrastruktur radio dapat menggunakan FWA atau Radio Link, sedangkan lokasi terpencil dapat memanfaatkan satelit.
Keterbatasan Internet Wireless
1. Bergantung pada Kondisi Lingkungan
Radio Link dan Microwave membutuhkan perencanaan jalur komunikasi yang memadai. Penghalang fisik, interferensi, dan kondisi atmosfer dapat memengaruhi kualitas sinyal.
2. Kapasitas Bergantung pada Teknologi dan Infrastruktur
Setiap jaringan memiliki batas kapasitas. Provider perlu merancang bandwidth, perangkat radio, dan kapasitas backhaul agar mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.
3. Karakteristik Latency Berbeda
Latency pada Radio Link, FWA, GEO, dan LEO tidak sama. Perusahaan perlu menyesuaikan teknologi dengan jenis aplikasi yang digunakan.
4. Membutuhkan Perangkat Khusus
Sebagian layanan memerlukan antena outdoor, radio, modem, terminal satelit, dan perangkat jaringan pendukung. Instalasi yang tepat membantu menjaga kualitas koneksi.
Sektor Pengguna Internet Wireless dan Kondisi yang Membutuhkannya
Internet wireless dapat mendukung berbagai sektor usaha, terutama perusahaan yang menjalankan aktivitas di lokasi yang belum terjangkau Fiber Optik. Namun, kebutuhan setiap sektor tidak selalu sama. Ada lokasi yang cukup menggunakan Radio Link atau FWA, sementara lokasi lain membutuhkan koneksi satelit karena keterbatasan infrastruktur terrestrial.
1. Pertambangan
Lokasi pertambangan sering berada jauh dari pusat kota dan jaringan Fiber Optik. Area tambang juga memiliki fasilitas yang tersebar, mulai dari kantor site, workshop, gudang, pos keamanan, hingga area produksi.
Radio Link dapat menghubungkan beberapa titik dalam kawasan tambang jika tersedia jalur komunikasi yang memadai. Untuk lokasi tambang yang jauh dari infrastruktur radio, satelit GEO atau LEO dapat menjadi solusi konektivitas utama.
2. Perkebunan dan Pertanian
Perusahaan perkebunan dan pertanian mengelola lahan luas dengan kantor operasional, gudang, pabrik pengolahan, serta pos pengawasan yang tersebar.
Di Pulau Jawa, banyak lokasi perkebunan dan pertanian berada di wilayah yang memiliki infrastruktur telekomunikasi cukup berkembang. Namun, jalur Fiber Optik belum tentu menjangkau hingga ke area usaha. Radio Link dan FWA dapat menjadi pilihan utama apabila tersedia jaringan pemancar dengan jangkauan serta kapasitas yang sesuai.
Untuk perkebunan di pedalaman Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, satelit dapat menjadi alternatif ketika infrastruktur radio terrestrial tidak tersedia atau sulit dikembangkan.
3. Peternakan
Peternakan skala komersial membutuhkan koneksi untuk mendukung administrasi, pemantauan kandang, CCTV, pencatatan produksi, dan sistem manajemen.
Lokasi peternakan yang berada di luar jalur Fiber Optik, tetapi masih dekat dengan kawasan berinfrastruktur telekomunikasi, dapat memanfaatkan FWA atau Radio Link. Sementara itu, satelit lebih sesuai untuk peternakan di wilayah terpencil yang tidak memiliki jangkauan jaringan terrestrial.
4. Industri dan Manufaktur
Pabrik dan kawasan industri membutuhkan koneksi untuk mendukung sistem produksi, administrasi, komunikasi antardepartemen, CCTV, serta akses aplikasi perusahaan.
Radio Link dan FWA dapat menjadi solusi ketika lokasi pabrik belum terjangkau Fiber Optik, tetapi masih berada dalam jangkauan jaringan radio provider. Teknologi ini juga dapat menghubungkan beberapa bangunan atau fasilitas dalam satu kawasan industri.
5. Konstruksi dan Infrastruktur
Proyek pembangunan jalan, jembatan, bendungan, pembangkit listrik, dan fasilitas umum sering berlangsung di lokasi yang belum memiliki jaringan internet memadai.
Internet wireless dapat menyediakan koneksi untuk komunikasi proyek, pengiriman laporan, akses dokumen, dan pemantauan pekerjaan. Radio Link atau FWA cocok ketika infrastruktur terrestrial tersedia, sedangkan satelit dapat mendukung proyek di wilayah terpencil.
6. Offshore dan Maritim
Fasilitas lepas pantai, kapal operasional, dan anjungan minyak dan gas memiliki keterbatasan akses jaringan terrestrial. Radio Link maupun FWA tidak selalu memungkinkan karena jarak dan kondisi geografis.
Dalam situasi tersebut, internet satelit GEO dan LEO menjadi pilihan utama untuk mendukung komunikasi antara fasilitas offshore, kapal, dan kantor pusat. Starlink juga dapat menjadi alternatif konektivitas LEO dengan perangkat yang sesuai untuk lingkungan maritim dan offshore.
7. Perhotelan dan Pariwisata
Resort, hotel, kawasan wisata, dan fasilitas rekreasi yang berada jauh dari pusat kota membutuhkan koneksi internet untuk operasional, administrasi, sistem reservasi, CCTV, dan layanan pelanggan.
Jika lokasi masih berada dalam jangkauan infrastruktur radio, FWA atau Radio Link dapat menjadi pilihan yang efisien. Untuk resort di pulau kecil atau kawasan wisata terpencil, koneksi satelit dapat mengatasi keterbatasan jaringan terrestrial.
8. Perkantoran dan Jaringan Cabang
Perusahaan dengan banyak kantor cabang membutuhkan koneksi untuk aplikasi bisnis, komunikasi internal, akses server, dan pertukaran data.
Kantor cabang yang belum terjangkau Fiber Optik dapat menggunakan Radio Link atau FWA jika tersedia jaringan provider di sekitarnya. Perusahaan juga dapat memanfaatkan satelit untuk kantor operasional yang berada di pulau berbeda atau wilayah terpencil.
Kondisi yang Menentukan Pilihan Teknologi
|
Kondisi lokasi |
Teknologi yang dapat dipertimbangkan |
|---|---|
|
Fiber Optik tersedia |
Fiber Optik |
|
Fiber Optik tidak tersedia, tetapi infrastruktur radio memadai |
Radio Link atau FWA |
|
Lokasi terpencil dengan jalur radio terbatas |
Satelit GEO atau LEO |
|
Lokasi offshore dan maritim |
Satelit GEO atau LEO |
|
Banyak lokasi dengan kondisi infrastruktur berbeda |
Kombinasi Fiber Optik, Radio Link, FWA, dan satelit |
Intinya, internet wireless sangat cocok untuk lokasi yang belum terjangkau Fiber Optik, terutama di wilayah seperti Pulau Jawa yang memiliki infrastruktur telekomunikasi relatif lengkap. Selama jaringan radio provider menjangkau lokasi dan kapasitasnya mencukupi, Radio Link atau FWA dapat menjadi solusi utama yang lebih efisien daripada satelit. Satelit kemudian menjadi pilihan untuk lokasi yang benar-benar sulit memperoleh akses terrestrial.
Cara Memilih Internet Wireless yang Tepat
Pemilihan teknologi internet wireless sebaiknya mengikuti kebutuhan nyata perusahaan. Jangan hanya berpatokan pada kecepatan yang tercantum dalam penawaran layanan.
Beberapa hal berikut perlu menjadi pertimbangan:
- Lokasi operasional: Periksa ketersediaan Fiber Optik, jaringan radio, serta cakupan layanan satelit.
- Kebutuhan bandwidth: Hitung jumlah pengguna, aplikasi, perangkat, dan aktivitas transfer data.
- Jenis aplikasi: Perhatikan kebutuhan latency untuk aplikasi cloud, komunikasi video, VPN, dan sistem operasional.
- Keandalan layanan: Tinjau SLA, dukungan teknis, monitoring, dan prosedur penanganan gangguan.
- Keamanan jaringan: Pertimbangkan VPN, firewall, segmentasi jaringan, dan kebijakan akses.
- Rencana pengembangan: Pilih solusi yang dapat mengikuti pertumbuhan jumlah pengguna dan lokasi perusahaan.
Perusahaan juga dapat menggabungkan beberapa jenis koneksi dalam satu rancangan jaringan. Sebagai contoh, kantor pusat menggunakan Fiber Optik, kantor cabang menggunakan FWA, sedangkan site pertambangan menggunakan satelit LEO atau GEO.
Pendekatan tersebut membantu perusahaan memilih teknologi berdasarkan kebutuhan setiap lokasi, bukan memaksakan satu jenis koneksi untuk seluruh operasional.
PRIMADONA Net, Penyedia Internet Wireless untuk Korporasi dan Institusi
PRIMADONA Net menyediakan layanan konektivitas internet untuk Korporasi & Institusi melalui teknologi terrestrial dan satelit. Pilihan layanan mencakup Fiber Optik, Radio Wireless, serta koneksi satelit GEO dan LEO.
PRIMADONA Net membantu perusahaan menentukan teknologi berdasarkan kondisi geografis, ketersediaan infrastruktur, kebutuhan bandwidth, dan karakteristik operasional. Lokasi yang belum terjangkau Fiber Optik tetapi memiliki infrastruktur radio memadai dapat memanfaatkan Radio Wireless atau FWA. Sementara itu, satelit menjadi alternatif untuk lokasi terpencil yang sulit memperoleh jaringan terrestrial.
Layanan internet wireless PRIMADONA Net dapat mendukung kebutuhan kantor cabang, kawasan industri, pertambangan, perkebunan, pertanian, dan berbagai lokasi operasional perusahaan.
Dukungan layanan dapat mencakup Full Bandwidth, Garansi Bandwidth dan SLA, Unlimited Quota Tanpa FUP, Free IP Public, Technical Support, VPN site-to-site, serta monitoring jaringan sesuai skema layanan yang disepakati.
Internet wireless bukan sekadar alternatif ketika Fiber Optik tidak tersedia. Teknologi ini juga membuka pilihan konektivitas bagi perusahaan yang mengelola banyak lokasi dengan kondisi geografis berbeda.
PRIMADONA Net membantu Korporasi & Institusi memilih dan mengintegrasikan teknologi Fiber Optik, Radio Wireless, serta satelit GEO dan LEO sesuai kebutuhan operasional.
Untuk konsultasi kebutuhan konektivitas perusahaan, hubungi PRIMADONA Net melalui website resmi atau tim layanan kami.
