| |

Amazon Leo: Dari Project Kuiper hingga Konstelasi 3.000+ Satelit LEO

Amazon Leo: Dari Project Kuiper hingga Konstelasi 3.000+ Satelit LEO

Peluncuran Misi Satelit Amazon Leo - Project Amazon Kuiper

Amazon Leo merupakan jaringan internet satelit Low Earth Orbit (LEO) milik Amazon yang berkembang dari sebuah proyek bernama Project Kuiper. Pihak Amazon merancang jaringan ini untuk menghadirkan konektivitas broadband berkecepatan tinggi dan latency rendah ke berbagai wilayah yang sulit memperoleh akses dari jaringan terrestrial.

Amazon memulai pengembangan Project Kuiper sekitar tujuh tahun sebelum secara resmi mengganti nama proyek tersebut. Nama Kuiper mengambil inspirasi dari Kuiper Belt, wilayah di tata surya yang berada di luar orbit Neptunus. Pada 13 November 2025, Amazon secara resmi mengganti nama Project Kuiper menjadi Amazon Leo dan menjadikan nama tersebut sebagai identitas permanen jaringan satelitnya.

Saat ini, Amazon Leo menggunakan konstelasi lebih dari 3.000 satelit LEO. Amazon menghubungkan satelit-satelit tersebut melalui optical links dengan gateway station, jaringan fiber, dan titik koneksi internet di darat. Konsep tersebut memungkinkan Amazon membangun jaringan broadband yang tidak bergantung sepenuhnya pada infrastruktur terrestrial di setiap lokasi pengguna. (Amazon News)

Dari Project Kuiper Menjadi Amazon Leo

Perjalanan Project Kuiper bermula dari ambisi Amazon untuk memperluas akses internet broadband ke wilayah yang belum memiliki konektivitas memadai. Amazon kemudian mengembangkan desain satelit, terminal pelanggan, jaringan gateway, serta sistem komunikasi antarsatelit.

Pada Oktober 2023, Amazon meluncurkan dua satelit prototipe melalui misi Protoflight. Misi tersebut menjadi tahap penting untuk menguji berbagai sistem satelit sebelum Amazon memasuki fase deployment skala besar.

Amazon kemudian memulai full-scale deployment pada April 2025. Perusahaan menyiapkan lebih dari 80 peluncuran bersama Arianespace, Blue Origin, SpaceX, dan United Launch Alliance atau ULA. (Amazon News)

Setelah memasuki tahap deployment, Amazon terus meningkatkan jumlah satelit di orbit. Perusahaan kemudian mengubah nama Project Kuiper menjadi Amazon Leo pada November 2025.

Perubahan nama tersebut tidak mengubah proyek menjadi jaringan baru. Amazon tetap melanjutkan pengembangan teknologi, konstelasi, terminal, dan infrastruktur yang sebelumnya menggunakan nama Project Kuiper.

Konstelasi 3.000+ Satelit Amazon Leo

Salah satu daya tarik utama Amazon Leo terletak pada skala konstelasinya.

Dalam pengajuan awal kepada Federal Communications Commission (FCC), Amazon mengusulkan 3.236 satelit LEO yang beroperasi pada 98 bidang orbit dengan ketinggian 590 km, 610 km, dan 630 km. FCC kemudian mencatat modifikasi yang menurunkan jumlah satelit Gen1 menjadi 3.232 unit. (FCC Docs)

Karena itu, istilah 3.000+ satelit menjadi cara yang lebih praktis untuk menggambarkan skala konstelasi Amazon Leo saat ini.

Satelit LEO bergerak jauh lebih dekat dengan Bumi daripada satelit GEO. Amazon merancang satelit produksinya untuk beroperasi pada ketinggian sekitar 630 km. Pada ketinggian tersebut, satelit bergerak sekitar 27.359 km per jam dan mengelilingi Bumi sekitar setiap 90 menit. (Amazon News)

Kecepatan orbit tersebut membuat posisi satelit terus berubah terhadap terminal pelanggan. Sistem jaringan kemudian melakukan perpindahan koneksi secara otomatis ketika satelit berikutnya mengambil alih area layanan.

Konstelasi dengan ribuan satelit membantu Amazon menjaga ketersediaan jaringan ketika satelit tertentu bergerak keluar dari area layanan sebuah terminal.

Teknologi Internet Satelit Amazon Leo

Amazon Leo menggabungkan satelit LEO, terminal pelanggan, gateway station, fiber optik, jaringan internet, serta optical inter-satellite links.

Optical links menggunakan komunikasi laser untuk mengirimkan data antar satelit. Teknologi tersebut memungkinkan satelit bertukar data secara langsung tanpa selalu mengandalkan gateway terdekat.

Amazon menghubungkan konstelasinya dengan jaringan gateway, fiber, dan titik koneksi internet di darat. Terminal pelanggan kemudian mengakses jaringan melalui satelit yang berada dalam jangkauan.

Arsitektur tersebut memungkinkan jaringan melayani berbagai kebutuhan. Amazon mengembangkan layanan untuk konsumen, perusahaan, pemerintahan, transportasi, dan lokasi remote.

Untuk kebutuhan enterprise, Amazon juga mengembangkan konektivitas privat yang dapat menghubungkan lokasi remote dengan jaringan privat dan layanan cloud AWS. (Amazon News)

Arsitektur Jaringan Satelit LEO

Amazon Leo mengandalkan kombinasi satelit orbit rendah, terminal pelanggan, gateway station, jaringan fiber optik, dan infrastruktur internet di darat. Setiap komponen menjalankan fungsi berbeda untuk mengirimkan trafik dari pengguna menuju jaringan internet. Satelit menerima dan meneruskan data, sedangkan gateway menghubungkan jaringan ruang angkasa dengan jaringan terrestrial.

Konstelasi tersebut juga menggunakan optical inter-satellite links untuk komunikasi antarsatelit. Teknologi laser memungkinkan pertukaran data secara langsung di antara satelit tanpa harus mengirim seluruh trafik menuju gateway pada setiap lompatan. Arsitektur seperti ini membantu operator mengelola rute trafik secara lebih fleksibel.

Mengapa Membutuhkan Ribuan Satelit?

Amazon Leo membutuhkan konstelasi besar karena satelit LEO terus bergerak mengelilingi Bumi. Satu satelit hanya berada dalam posisi yang sesuai untuk melayani suatu area selama periode tertentu. Sistem kemudian memindahkan koneksi ke satelit berikutnya ketika satelit sebelumnya bergerak menjauh.

Konstelasi dengan ribuan satelit memungkinkan jaringan mempertahankan cakupan secara berkelanjutan. Jumlah satelit juga berpengaruh terhadap kapasitas jaringan karena operator dapat menyediakan lebih banyak sumber daya radio pada wilayah dengan kebutuhan trafik tinggi.

Konsep tersebut berbeda dari sistem GEO yang menggunakan satelit pada orbit sangat tinggi dan mempertahankan posisi relatif terhadap suatu wilayah di permukaan Bumi.

Peran Gateway dalam Jaringan Satelit

Amazon Leo menggunakan gateway sebagai penghubung antara jaringan satelit dan infrastruktur terrestrial. Gateway menerima trafik dari satelit kemudian meneruskannya menuju jaringan fiber dan titik koneksi internet.

Keberadaan gateway menjadi bagian penting dalam desain jaringan broadband satelit. Lokasi gateway dapat memengaruhi arsitektur trafik, kapasitas jaringan, serta jalur komunikasi antara pengguna dan internet.

Untuk layanan di suatu negara, operator juga perlu memperhatikan aspek regulasi, spektrum frekuensi, lokasi fasilitas, serta perizinan infrastruktur telekomunikasi.

Frekuensi yang Digunakan Amazon Leo

Frekuensi menjadi bagian penting dalam teknologi Amazon Leo. Sistem generasi pertama menggunakan Ka-band untuk komunikasi satelit.

Dokumen FCC mencatat rentang 17,7–18,6 GHz dan 18,8–20,2 GHz untuk komunikasi space-to-Earth, serta 27,5–30 GHz untuk komunikasi Earth-to-space. Secara sederhana, space-to-Earth mengacu pada arah satelit menuju Bumi, sedangkan Earth-to-space mengacu pada arah Bumi menuju satelit. (FCC Docs)

Namun, perkembangan Project Kuiper tidak berhenti pada konfigurasi awal tersebut. Dokumen FCC terbaru menunjukkan bahwa Amazon juga memperoleh otorisasi tambahan yang mencakup V-band, sementara sistem Amazon Leo secara keseluruhan menggunakan otorisasi pada Ka-band, Ku-band, dan V-band.

Karena itu, pembahasan frekuensi Amazon Leo perlu membedakan sistem Gen1 dan perkembangan generasi berikutnya. Penggunaan frekuensi di setiap negara juga tetap mengikuti regulasi dan izin spektrum nasional.

Ka-Band dan Perkembangan Spektrum

Amazon Leo menggunakan Ka-band pada sistem broadband generasi awal. Rentang yang tercantum dalam otorisasi FCC mencakup frekuensi sekitar 17,7–18,6 GHz dan 18,8–20,2 GHz untuk komunikasi space-to-Earth, serta 27,5–30 GHz untuk komunikasi Earth-to-space.

Perkembangan spektrum tidak berhenti pada konfigurasi generasi pertama. Dokumen regulasi berikutnya juga mencatat penggunaan spektrum tambahan, termasuk Ku-band dan V-band pada sistem atau generasi tertentu.

Penggunaan frekuensi pada layanan komersial tetap mengikuti regulasi negara tempat operator menyediakan layanan. Karena itu, konfigurasi frekuensi di Amerika Serikat tidak otomatis menjadi konfigurasi yang sama untuk Indonesia.

Terminal Amazon Leo

Amazon mengembangkan beberapa terminal untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna.

Leo Nano menjadi terminal paling ringkas dengan kemampuan download hingga 100 Mbps. Amazon merancang Leo Pro untuk kapasitas lebih tinggi hingga 400 Mbps download. Sementara itu, Leo Ultra menjadi terminal enterprise dengan kemampuan hingga 1 Gbps download dan 400 Mbps upload. (Amazon News)

Perbedaan kapasitas tersebut memungkinkan Amazon Leo melayani kebutuhan yang beragam.

Pengguna dengan kebutuhan konektivitas ringan dapat menggunakan terminal dengan kapasitas lebih rendah. Sementara itu, perusahaan dan lokasi remote dengan kebutuhan bandwidth tinggi dapat menggunakan terminal kelas enterprise.

Kemampuan tersebut juga membuat teknologi LEO semakin menarik untuk industri, kantor cabang, fasilitas energi, pertambangan, perkebunan, maritime, dan berbagai lokasi yang membutuhkan konektivitas broadband.

Phased-Array Antenna pada Terminal

Amazon Leo menggunakan teknologi phased-array pada terminal pelanggannya. Antena jenis ini dapat mengarahkan berkas komunikasi secara elektronik sehingga terminal dapat mengikuti satelit LEO yang terus bergerak tanpa mekanisme antena parabola yang harus mengubah posisi secara fisik.

Teknologi tersebut membantu terminal mempertahankan koneksi ketika jaringan melakukan perpindahan dari satu satelit ke satelit lainnya. Sistem juga dapat mengatur komunikasi secara otomatis berdasarkan posisi satelit dan kondisi jaringan.

Pendekatan ini menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan terminal internet satelit LEO modern.

Kapasitas Terminal untuk Berbagai Kebutuhan

Amazon Leo menyediakan beberapa kelas terminal untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna. Leo Nano menjadi pilihan dengan bentuk paling ringkas dan kemampuan hingga 100 Mbps download, sedangkan Leo Pro mampu mencapai hingga 400 Mbps download.

Leo Ultra menyasar kebutuhan enterprise dengan kemampuan hingga 1 Gbps download dan 400 Mbps upload. Kapasitas tersebut membuka peluang penggunaan pada kantor, industri, remote site, fasilitas energi, serta berbagai lokasi yang membutuhkan bandwidth besar.

Perbedaan kapasitas terminal juga memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk memilih perangkat berdasarkan kebutuhan jaringan dan skala operasional.

Keunggulan Teknologi LEO Amazon

Salah satu keunggulan utama Amazon Leo berasal dari jarak orbit yang jauh lebih dekat dengan Bumi daripada satelit GEO.

Jarak tersebut membantu mengurangi waktu tempuh sinyal. Karena itu, teknologi LEO dapat menghasilkan latency yang lebih rendah untuk aplikasi internet interaktif.

Konstelasi satelit yang besar juga memungkinkan operator menyediakan cakupan yang luas. Satelit yang bergerak terus-menerus dapat memberikan konektivitas kepada terminal di berbagai wilayah selama jaringan memiliki cakupan dan kapasitas yang memadai.

Amazon juga menggabungkan jaringan satelit dengan optical links dan infrastruktur terrestrial. Pendekatan tersebut membantu membangun sistem yang lebih terintegrasi daripada sekadar menghubungkan terminal langsung ke satu gateway.

Project Kuiper dan Masa Depan Internet Satelit

Meskipun nama Project Kuiper sudah tidak digunakan sebagai identitas resmi, istilah tersebut masih penting dalam pembahasan sejarah Amazon Leo.

Banyak dokumen regulator, berita, publikasi teknologi, dan artikel lama masih menggunakan nama Project Kuiper. Karena itu, pengguna internet yang mencari informasi mengenai teknologi satelit Amazon masih dapat menemukan istilah tersebut.

Amazon sekarang menggunakan nama Amazon Leo untuk jaringan tersebut. Amazon menyebut konstelasinya memiliki lebih dari 3.000 satelit LEO dan terus memperluas deployment serta kapasitas jaringan.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa persaingan internet satelit LEO semakin menarik. Amazon menghadirkan alternatif baru di samping berbagai operator satelit LEO lainnya.

Bagi industri telekomunikasi, perkembangan tersebut membuka peluang pemanfaatan satelit sebagai koneksi utama maupun koneksi backup.

Amazon Leo untuk Lokasi Remote

Konektivitas remote menjadi salah satu area yang sangat menarik bagi Amazon Leo.

Perusahaan yang menjalankan operasi di lokasi terpencil sering menghadapi keterbatasan jaringan fiber optik. Pembangunan kabel menuju lokasi tersebut dapat membutuhkan investasi besar dan waktu yang panjang.

Teknologi LEO menawarkan pendekatan berbeda. Terminal dapat berkomunikasi dengan satelit tanpa membutuhkan jalur fiber optik langsung menuju lokasi pengguna.

Perusahaan dapat memanfaatkan koneksi tersebut untuk komunikasi internal, akses cloud, aplikasi bisnis, video conference, monitoring, VPN, dan kebutuhan operasional lainnya.

Dalam skenario tertentu, perusahaan juga dapat menggabungkan LEO dengan fiber optik atau radio link. Model hybrid seperti ini memberikan alternatif konektivitas ketika perusahaan membutuhkan jalur utama sekaligus backup.

Kesimpulan

Amazon Leo merupakan evolusi dari proyek internet satelit Amazon yang sebelumnya menggunakan nama Project Kuiper. Amazon secara resmi mengganti nama tersebut pada 13 November 2025 setelah mengembangkan teknologi satelit, terminal, gateway, dan jaringan selama bertahun-tahun.

Kini, Amazon Leo mengembangkan konstelasi lebih dari 3.000 satelit LEO yang terhubung melalui optical links, gateway, fiber, dan jaringan internet di darat.

Konstelasi awalnya menggunakan rancangan 3.236 satelit, kemudian FCC mencatat modifikasi Gen1 menjadi 3.232 satelit. Amazon menggunakan orbit sekitar 590–630 km untuk sistem generasi awal.

Dari sisi spektrum, Project Kuiper pada generasi awal menggunakan Ka-band dengan beberapa rentang frekuensi untuk komunikasi space-to-Earth dan Earth-to-space. Perkembangan berikutnya memperluas otorisasi Amazon ke Ku-band dan V-band pada sistem tertentu. (FCC Docs)

Dengan konstelasi ribuan satelit, optical inter-satellite links, serta terminal hingga kelas gigabit, Amazon Leo berpotensi menjadi salah satu pemain penting dalam perkembangan internet satelit LEO.

Bagi industri telekomunikasi Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dipantau karena teknologi LEO dapat membuka pilihan baru bagi konektivitas broadband, khususnya di lokasi remote yang sulit memperoleh akses dari jaringan terrestrial.

Silahkan Share :)

Similar Posts